Resensi buku If I Stay - Gayle Forman

Resensi buku If I Stay 


Judul: If I Stay (Jika Aku Tetap di Sini)
Penulis: Gayle Forman
Bahasa: Inggris
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
PenerbitPT Gramedia Pustaka Utama 
Tahun terbit2015
Jumlah halaman200 halaman
Genre: Young adult fiction

SINOPSIS SINGKAT

   Mia gadis 17 tahun yang baru saja mengalami kecelakaan maut dan selamat, namun dalam kondisi koma. Dalam kondisi koma tersebut, ketika tubuhnya terbaring di rumah sakit, jiwa Mia hidup dan keluar dari tubuhnya. Buku ini menggunakan sudut pandang orang pertama, yaitu jiwa Mia sendiri yang dapat hidup dan menyaksikan keadaan sekitar. Mia bercerita tentang kisahnya yang terjebak antara hidup dan mati selama 24 jam. Selain itu, ia juga sesekali mengingat kisah hidupnya di masa lalu. Terjebak antara hidup dan mati, Mia harus memilih keputusan; apakah dia akan tetap hidup, atau memilih meninggalkan dunia.


RATING

Goodreads: 4 dari 5 bintang
Pengguna Google: 96% menyukai
Book Depository: 4 dari 5 bintang
Rating pribadi: 3.5 dari 5 bintang


REVIEW PRIBADI

Ceritanya cukup bagus. Meskipun beralur campuran, pembaca mampu memahami ceritanya dengan jelas. Alur majunya runtut, sementara kisah kilas baliknya menjelaskan dengan jelas tokoh-tokoh yang berperan penting dalam buku ini, dalam kehidupan Mia. Pembaca akan mengenal karakter dan kehidupan Mia lewat kilas balik ini. Kilas balik diceritakan dengan jelas. Pembaca seolah memahami karakter Adam, Kim, Willow, dan orang-orang lainnya. Pembaca dapat memahami betapa pentingnya peran Mia di kehidupan mereka lewat kilas balik ini.

Pada akhir cerita pembaca dapat dibuat terharu. Setelah membaca dari awal dan memahami karakter-karakternya, mengikuti alurnya, pembaca paham dan mengerti bagaimana rasanya berada di posisi para karakter.

Buku ini memang bagus, tetapi bagian akhirnya yang terlalu singkat dan terkesan menggantung dirasa kurang pas untuk akhir dari sebuah cerita yang unik.


SINOPSIS PLOT

     Pada suatu pagi, Mia dan keluarganya berencana pergi mengunjungi seorang teman. Sayangnya, saat itu salju sedang turun cukup deras dan jalanan licin. Mobil keluarga Mia tergelincir dan tertabrak sebuah truk tronton besar. Kecelakaan maut tersebut merenggut nyawa kedua orang tuanya dan adik laki-lakinya, Teddy. Mia adalah satu-satunya yang selamat di keluarganya, namun ia dalam kondisi koma. Ia segera dibawa di rumah sakit dan mendapat perawatan intensif. Dalam keadaan koma tersebut, jiwa Mia dapat keluar dari tubuhnya. Jiwa Mia dapat berjalan dan melihat semua yang terjadi di sekitarnya, di rumah sakit, namun tidak bisa merasakan apa-apa dan ia tidak terlihat oleh siapapun. Mia melihat tubuhnya yang dioperasi dan dibedah. Mia melihat kerabat-kerabatnya datang menjenguk. Mia juga melihat pacarnya, Adam, dan sahabatnya, Kim, datang menjenguk beserta beberapa teman mereka.

   Selain menceritakan kisah Mia yang terjebak antara hidup dan mati, Mia juga sesekali menceritakan kisah-kisah flashback ke kehidupannya yang dulu. Mia menceritakan bagaimana latar hidupnya, bagaimana kisahnya menjadi seorang pemain cello yang berbakat, bagaimana kisahnya bertemu dengan Adam pertama kali, bagaimana kisah pertemuannya dengan Kim, bagaimana kisahnya saat masih kecil, dan kisah-kisah lain yang menjelaskan kehidupan Mia.

   Mia terjebak antara hidup dan mati, dan ia harus memilih apakah ia memilih untuk mati atau tetap hidup. Ia bimbang, ia tidak ingin tetap hidup karena tak sanggup hidup tanpa keluarganya. Tapi ia juga tak mau meninggalkan nenek-kakeknya, kerabatnya, sahabatnya, dan terutama Adam. Selama 24 jam Mia koma, banyak kejadian yang terjadi. Seperti ketika Adam dan rekan satu band-nya dan seorang penyanyi terkenal rela membatalkan konser mereka untuk datang menjenguk Mia. Atau ketika Adam, Kim, dan teman-teman lain bersekongkol mengalihkan perhatian para perawat supaya Adam dapat menyelinap masuk ke ruangan Mia.

   Semua kejadian itu menyadarkan Mia bahwa ia masih punya keluarga. Meskipun orang tua dan adiknya meninggal, Mia masih mempunyai keluarga besar, pacar yang tulus, dan sahabat yang setia. Di akhir cerita, Adam duduk di samping Mia, menangis dan memohon-mohon supaya Mia tetap hidup. Pada saat itulah Mia telah memutuskan pilihannya; ia tetap tinggal di dunia.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku Komet - Tere Liye

Resensi buku Catching Fire - Suzanne Collins

Bahas Buku: Rahasia The Secret History