Bahas Buku: Ending If We Were Villains - M.L. Rio


If We Were Villains adalah novel bergenre dark academia karya M.L. Rio. Novel ini bercerita tentang tujuh pelajar di sebuah kampus swasta yang mempelajari seni teater. Dari ketujuh tokoh tersebut, terdapat dua orang yang terobsesi dengan teater Shakespeare. Konflik dari novel ini bermula ketika salah satu dari mereka ditemukan tewas terbunuh. Seiring cerita, pembaca akan mulai mengenal para tokoh dan menyadari bahwa novel ini tidak hanya bercerita tentang sisi buruk dunia akademia, melainkan juga tentang cinta dan pengorbanan.

 

Disclaimer: post ini membahas tentang ending novel. Tentu saja akan banyak mengandung spoiler.

 

If We Were Villains berakhir dengan scene yang menunjukkan tokoh Oliver, yang baru saja keluar dari penjara, mendapati bahwa James telah tewas akibat menenggelamkan diri pada empat tahun yang lalu. Namun, James menulis sebuah surat untuk Oliver sebelum ia bunuh diri. Surat tersebut ditemukan di mobil James, bertuliskan satu kata, "Oliver". Isi surat itu adalah kutipan dari drama Pericles. Oliver mencari berita tentang kematian James, lalu mengetahui bahwa mayat James tak pernah ditemukan.

 

Lalu, apa itu Pericles?

Pericles adalah salah satu karya sastra Shakespeare. Drama ini bercerita tentang seorang bernama Pericles yang sering berlayar. Suatu ketika, Pericles dan istrinya terpisah. Istrinya mengira bahwa Pericles sudah tenggelam dan mati. Namun, sebenarnya Pericles selamat dan masih hidup. Ia terdampar dan hampir mati ketika melihat seorang nelayan dan meminta pertolongan. Berkat nelayan itu, Pericles hidup. Pada akhirnya mereka Pericles dan istrinya bersatu kembali.


Teori pertama: James benar-benar menenggelamkan diri 

            Sesuai yang dikatakan di buku, James menenggelamkan dirinya di suatu sungai. Alasannya adalah rasa bersalah yang terus menghantui hidupnya. Sejak awal, James memang sudah digambarkan sebagai sosok yang sensitif; bahkan James sendiri berkata bahwa kelemahannya adalah ia tidak bisa dengan mudah lepas dari peran dramanya. James sosok yang terlalu menganggap segalanya dengan serius. Tidak heran jika ia merasa bersalah sebegitu dalamnya sampai ia memilih mengakhiri hidupnya sendiri.



Teori ini masuk akal dengan karakter James. Lagi pula, jika benar bunuh diri ini adalah kebohongan, untuk apa James sengaja memalsukan kematiannya? Dan apakah dengan bersembunyi empat tahun, rasa bersalahnya akan berkurang?

Surat untuk Oliver itu hanyalah surat. Ia tahu Oliver menyukai Pericles. Surat ini hanyalah bentuk terakhir upaya James berinteraksi dengan Oliver. 

 

Teori kedua: James masih hidup

James menuliskan kutipan Pericles sebagai surat terakhirnya. Banyak pembaca menemukan keterkaitan antara kisah Pericles dengan James.

Dalam cerita, Pericles diasumsikan tewas. Namun, nyatanya ia selamat. Kutipan yang ditulis James adalah bagian dimana Pericles terdampar dan berada pada detik-detik akan meninggal. Seolah-olah James berusaha memberi tahu tentang keadaannya lewat Pericles. Jika Pericles berakhir selamat, berarti James juga berakhir selamat. 

Selain itu, Pericles bukanlah sebuah tragedi. Pericles memiliki akhir bahagia, tidak seperti drama lainnya yang disebut dalam buku ini sejak awal. Mengingat bahwa adanya pergantian peran pada tokoh James--ia yang biasanya menjadi sosok pahlawan, pada akhirnya menjadi si pembunuh--bisa diasumsikan bahwa ada pergantian tema alur pada If We Were Villains.

James berubah dari pahlawan menjadi pembunuh. Drama Shakespeare berubah dari tragedi menjadi cerita dengan akhir bahagia.

Perubahan ini cukup signifikan dan disadari oleh banyak pembaca. Mereka percaya bahwa ada alasan di balik perubahan ini. Bisa jadi, M.L. Rio berusaha menunjukkan bahwa segalanya dapat berubah di luar dugaan. Termasuk nasib dan keberadaan James yang dapat berubah di luar dugaan.

M.L. Rio menggunakan drama yang berakhir bahagia seolah ingin mengatakan bahwa akhir dari novel ini, sama seperti akhir dari Pericles, adalah bahagia.

 

    James memang menuliskan kutipan Pericles. Namun, ia juga menambahkan beberapa larik buatannya sendiri. Seorang pengguna TikTok dengan username @li.reading menganalisis surat terakhir James. Dalam videonya, ia mengatakan bahwa James sengaja menambahkan beberapa larik untuk memberi "kode" pada Oliver, bahwa James menulis surat ini untuk Oliver bukan tanpa tujuan, melainkan untuk memberi pesan khusus.

         Dalam suratnya, James menulis, "Which if you shall refuse, when I am dead". Jika Oliver menolak permintaan tolongnya, James barulah mati. Tapi apakah Oliver sudah menolak permintaan tolong James? Belum, Oliver belum bertindak apa-apa. James bisa jadi masih hidup.

 

Lantas, jika James benar masih hidup, di mana ia sekarang berada?

Kemungkinan besar di Del Norte.

Ia sempat menyinggung tempat itu pada kunjungan terakhirnya di penjara. Ketika James mengatakannya, bisa jadi ia bukan berkata asal-asalan; mungkin James benar-benar pergi ke Del Norte.

Del Norte juga merupakan tempat spesial bagi ia dan Oliver. Del Norte bukan sekadar sebuah tempat. Del Norte adalah tempat spesial mereka. Jika James benar memalsukan kematiannya dan pergi bersembunyi, tempat yang paling sesuai adalah Del Norte. Orang lain tidak akan terpikirkan mengenai Del Norte, kecuali Oliver.

Selain itu, ingat ketika James membacakan Pericles di Del Norte saat mereka terdampar di sana? James membacakan kutipan Pericles itu hanya ketika mereka di Del Norte.

 


Surat terakhir James ditujukan pada Oliver. Semacam inside joke, isi surat tersebut hanya mereka yang bisa memahaminya. James tahu Oliver menyukai Pericles. Ia yakin Oliver akan bisa memahami suratnya.

Oliver pun merasa bahwa ada pesan tersirat pada surat tersebut. Seseorang seperti James, yang sangat cermat, selalu berpikir dalam-dalam, selalu merasakan segalanya dalam-dalam, dapat dengan mudah menulis surat dengan pesan ganda.

Tampaknya, Oliver memang mengerti, itulah sebabnya ia langsung mencari berita tentang kematian James, memastikan dugaannya, bahwa James masih hidup.

Sesuai dugaannya, mayat James tidak pernah ditemukan. Ia bisa jadi masih hidup.

 

***

 

Terlalu banyak kesamaan antara kisah Pericles dengan James yang tidak bisa begitu saja diabaikan. 

Dapat disimpulkan bahwa James masih hidup, menunggu Oliver di Del Norte. Namun, teori itu terlalu tidak masuk akal. Dilihat dari sifat dan karakter James, lebih masuk akal jika ia memilih mengakhiri hidupnya karena rasa bersalah yang dirasakannya sudah mengganggu kondisi mentalnya.

Bagaimanapun, tidak ada yang tahu pasti mengenai akhir dari If We Were Villains. Yang pasti, M.L. Rio menggunakan Pericles sebagai pesan tersembunyi adalah ide yang genius. Hanya penikmat Shakespeare yang berhasil menemukan hubungan antara James dan Pericles.


***

Referensi:
goodreads.com/questions/1056601
reddit.com/r/books/comments/pulj3b
reddit.com/r/DarkAcademia/comments/e964aw
reddit.com/r/DarkAcademia/comments/flk861
reddit.com/r/DarkAcademia/comments/ovngif
reddit.com/r/PHBookClub/comments/jp2ky3
vt.tiktok.com/ZSeUba7vB/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku Komet - Tere Liye

Resensi buku Catching Fire - Suzanne Collins

Bahas Buku: Rahasia The Secret History